Senin, 11 Januari 2010

Pengenalan DAD/DFD


DAD (Diagram Arus Data) adalah suatu modeling tool yang memungkinkan sistem analis menggambarkan suatu sistem sebagai suatu jaringan kerja proses dan fungsi yang dihubungkan satu sama lain oleh penghubung yang disbut alur data.

Fungsi DAD :
1. DAD membantu para analis sitem meringkas informas tentang sistem, mengetahui hubungan antar sub-sub sistem, membantu perkembangan aplikasi secara efektif.
2. DAD berfungsi sebagai alat komunikasi yang baik antara pemakai dan analis sistem.
3. DAD dapat menggambarkan sejumlah batasan otomasi untuk pengembangan alternative sistem fisik.

Komponen-komponen DAD
Ada beberapa simbol yang digunakan dalam DFD yang merupakan karakteristik dari suatu sistem, yaitu :

a. Terminator (External Entity)

Terminator disimbolkan dalam bentuk persegi panjang, yang mewakili entity luar dimana sistem berkomunikasi. Biasanya notasi ini melambangkan orang atau kelompok orang misalnya organisasi diluar sistem, grup, departemen, perusahaan pemerintah, dan berada di luar kontrol sistem yang dimodelkan. Pada sejumlah kasus dapat merupakan sistem lain, sebagai contoh : sistem komputer yang berkomunikasi dengan sistem yang dimodelkan.
Nama Prosesb.
Proses


Proses disimbolkan dalam bentuk lingkaran. Melambangkan suatu proses dari data yang dimasukkan ke dalam sistem yang mengubah input menjadi output. Pemberian nama pada proses dengan menggunakan kata kerja transistif (membutuhkan objek).
c.
Nama Data Store Penyimpanan Data (Data Store)


Data store disimbolkan dengan garis sejajar, yang digunakan untuk memodelkan kumpulan data atau paket data. Penyimpanan kadangkala didefinisikan sebagai suatu mekanisme diantara dua proses yang dibatasi oleh jangka waktu tertentu.Data store dapat berupa fie/database yang tersimpan dlm disket, harddisk, dll.

d.
Alur data (Data Flow)
Data Flow disimbolkan dengan tanda anak panah, alur ini mengalir diantara proses, data store, dan terminator. Alur data menunjukkan arus data yang dapat berupa masukkan untuk sistem atau hasil proses sistem.

Ada beberapa konsep alur data yang perlu diperhatikan, yaitu : (Jogiyanto,1999)
§ konsep paket dari data (packed of data)
Bila dua atau lebih data mengalir dari suatu sumber yang sama ketujuan yang sama, maka harus digambarkan sebagai suatu alur data tunggal.
§ Konsep alur data menyebar (diverging data flow)
Alur data menyebar menunjukkan sejumlah tembusan dari alur data yang sama dari sumber yang sama ketujuan yang berbeda.
§ Konsep alur data mengumpul (converging data flow)
Alur data yang mengumpul menunjukkan beberapa alur data yang berbeda dari sumber data yang berbeda bergabung bersama-sama menuju tujuan yang sama.
Panah yang bergerak dari penyimpanan berarti : penggunaan data paket tunggal, paket kelompok dan lain-lain. Sedangkan panah yang bergerak ke penyimpanan mendeskripsikan penulisan, perubahan atau penghapusan satu atau lebih paket yang dimasukkan ke penyimpanan sebagai bagian dari paket lama, atau merupakan paket baru, atau satu atau lebih paket dihapus, atau dipindahkan dari penyimpanan, atau merupakan satu atau lebih paket dimodifikasi atau berubah.

Tingkatan DAD
Diagram Konteks
Dimulai dengan diagram konteks yang merupakan level tertinggi (top level), diagram yang menggambarkan hubungan antar system dengan entitas diluar system, merupakan system secara keseluruhan.
Co/:
peminjam
Sistem Peminjaman buku

Pimpinan
Data peminjam, buku yang diperlukan
Buku, Informasi buku
Laporan
Diagram Nol (Zero)
Merupakan proses-proses yang ada didalam system berupa pecahan dari diagram konteks, diagram nol (zero) merupakan rincian dari diagram konteks.
Co/:
Buku
1.Pengecekan Peminjam
2. Pengecekan buku

Peminjam
Peminjam


Data peminjam
Buku yg diperlukan
Informasi buku
Buku

3. Pencatatan Peminjaman
Peminjaman









Diagram Rinci/detail/primitive
Menggambarkan rincian tiap proses yang terdapat pada diagram nol, dimana proses rinci ini dapat dipecahkan sampai pada proses yang paling rinci.
Co/:

Data peminjam
1.2. Pencatatan
Anggota
1.1. Pengecekan
Keanggotaan
Peminjam
Peminjam
Data peminjam
Data peminjam
Data peminjam

Siklus Hidup Sistem

Definisi
Proses evolusi yang terjadi dalam pengimplementasian sistem atau subsistem Informasi berdasarkan komputer.

Komite SIM
Komite yang bertujuan untuk memberikan pedoman pelaksanaan, pengarahan, dan pengontrolan pada penggunan sumber komputerisasi perusahaan.

Fungsi Komite SIM
ü Menetapkan kebijakan guna memastikan dukungan computer terhadap tujuan perusahaan
ü Memberikan wewenang dalam memberi persetujuan untuk permintaan dana komputerisasi.
ü Mengatasi konflik yang berhubungan dengan prioritas penggunaan computer

Team Proyek
Team yang mengembangkan sistem tertentu untuk memenuhi kebutuhan perorangan atau kelompok dalam organisasi.

Fase-fase Siklus Hidup Sistem :
perencanaan
Analisis dan Perancangan
Implementasi
Pengoperasian dan Pengawasan

Fase Perencanaan
Fungsi dari Perencanaan CBIS
- Mendefinisikan lingkup dari proyek
- Mengenali bidang masalah yang potensial
- Mengatur urutan tugas
- Memberikan dasar pengontrolan

Langkah-langkah :
Mengenali masalah
= Mengenali karakteristik proyek CBIS :
Proyek mempunyai cakupan luas untuk seluruh organisasi.
Proyek menghasilkan sistem yang berpengaruh terhadap penampilan jangka panjang perusahaan.
= Inventarisasi masalah dan kebutuhan dari tiap bagian
Mendefinisikan Masalah
Manajer harus mengetahui & memahami masalah yang muncul
Manajer & spesialis Informasi bekerja sama untuk mendefinisikan masalah.
Menyusun tujuan sistem
o Tujuan sistem diuraikan berdasarkan tujuan dari perusahaan
Mengidentifikasi Kendala sistem
o Kendala-kendala harus diidentifikasikan sebelum CBIS dimulai.
Melakukan studi kelayakan
o Meninjau factor factor yang mempengaruhi sistem agar manajer dapat memecahkan masalah yang telah didefinisikan untuk mencapai tujuan
o Dimensi studi kelayakan : Teknis, ekonomi, resmi, operasional, & terjadwal
Membuat proposal proyek
Analisis sistem merekap penemuan yang didapat dalam proposal proyek studi.
Co/: proposal.
Pengenalan : Alasan untuk proposal
pendefinisian masalah
Tujuan sistem dan kendala
Alternatif-alternaif yang mungkin
Kegiatan-kegiatan yang direkomendasikan : Tugas, sumber kebutuhan, Penjadualan & rekap biaya.
Hasil yang sudah diantisipasi Organisasi, operasional,financial
Implementasi umum
Tujuan studi proyek (tugas,biaya)
Kesimpulan.
Menyetujui/tidak menyetujui proyek
o Komite SIM memutuskan proyek disetujui/ tidak disetujui
o Hal pokok :
1. Apakah sistem sudah diidentifikasikan
2. Apakah proyek studi yang diajukan merupakan cara terbaik untuk menentukan perancangan CBIS.
Menetapkan mekanisme pengontrolan
o Komite SIM menetapkan mekanisme pengontrolan:
1. Apa yg perlu dilakukan
2. Siapa yang akan melakukan
3. Kapan pekerjaan akan dilakukan
o Komite SIM memonitor kemajuan proyek

Fase Analisis dan Perancangan
Mengumumkan proyek
Pihak perusahaan perlu menjelaskan sistem computer yang akan diterapkan dapat melalui pertemuan atau presentasi.
Menyusun Team Proyek
Team proyek dapat disusun berdasarkan kebutuhan pengembangan sistem
Mendefinisikan kebutuhan Informasi
Analis harus mengumpulkan Informasi mengenai kebutuhan Informasi dari pemakai.
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan :
o Interview perorangan
o Observasi
o Pencarian record
o Survey
o Peranan Pendukung.
mendefinisikan criteria penampilan sistem
o Kriteria penampilan sistem dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan Informasi.
Merancang subsistem secara lengkap
o Dalam merancang subsistem secara lengkap analis sistem memerlukan alat seperti : DFD, kamus data, dll
o Pendekatan yang banyak dipilih Top Down yaitu pertama kali menentukan proses secara umum lalu melengkapi dengan proses secara khusus.
Mengidentifikasi konfigurasi peralatan alternatif
o Analis sistem menentukan konfigurasi peralatan komputerisasi yg memungkinkan program dapat menjalankan pemrosesan secara efisien
Mengevaluasi konfigurasi alternative
o Analis sistem bersama dengan manajer mengevaluasi konfigurasi alternative.
Menentukan konfigurasi yang terbaik
o Analis sitem bersama dengan manajer mementukan konfigurasi yang terbaik bagi sistem secara keseluruhan.
Membuat proposal pengimplementasian proyek
o Analis sistem membuat proposal pengimplementasian proyek yang memberikan kerangka bagi pekerjaan yang dilakukan, keuntungan yang diharapkan dan biaya.
o Format proposal sama dengan proposal proyek studi
Menyetujui/tidak menyetujui pengimplementasian proyek
o CIO secara continue memberikan Informasi kemajuan pada komite
o Komite SIM ynag memutuskan persetujuan pengimplementasian proyek.
Melengkapi dokumentasi sistem

Fase Implementasi
Langkah-langkah :
Merencanakan implementasi
Mengumumkan pengimplementasi proyek
Mengorganisir staf pelayanan Informasi
Menentukan computer
Membuat perpustakaan software
Membuat database
Mendidik peserta dan pemakai
Membuat fasilitas fisik
Mengganti dengan sistem baru

Fase Pengoperasian
- Tinjauan post implementasi dilakukan, seperti evaluasi sejauh mana sistem tersebut memenuhi criteria penampilan.
- Tinjauan ini diulangi secara continue secara tahunan, sepanjang kehidupan operasi sistem tersebut.
- Bila memerlukan perbaikan atau pergantian, maka siklus hidup diulangi lagi dengan melakukan peningkatan-peningkatan yang menghasilkan sistem baru.


CASE (Computer Aded Software Engineering)
- Software Engineering adalah proses pembuatan dokumentasi an software secara evolusioner.
- Tujuan dari CASE yaitu membantu meringankan analis sitem dalam menganalisis, merancang dan mengimplementasikan sistem.
- Keuntungan CASE yaitu menghemat waktu analis sistem dalam mengembangkan sistem.

Prototyping
Penggambaran ide kepada pengembang dan calon pemakai mengenai bagaimana sistem dalam bentuk lengkap akan berfungsi.

Langkah-langkah Prototyping :
Mengidentifikasikan kebutuhan pemakai
Mengembangkan prototip
Mengevaluasi prototip
Menentukan apakah prototip tsb dapat diterima
Merevisi prototip
Menggunakan prototip atau menggantinya dengan sitem operasional

Sabtu, 09 Januari 2010

Analisis Sistem Informasi

Analisis Sistem Informasi

Catatan pertama yang menunjukkan kemampuan manusia dapat mengolah data dan informasi, menurut ahli sejarah, adalah pada 3500 tahun sebelum masehi, yaitu ketika para pedagang Babilonia mencatat kepemilikan dan hasil kekayaan mereka pada tanah liat.
Pengolahan data menurut sejarah mengalami perkembangan yang revolusioner, akan tetapi dengan ditemukannya teknologi dan pengetahuan baru dalam bidang bahasa dan matematika maka dapat dibagi empat revolusi perkembangan dalam pengolahan data. Revolusi pertama adalah pengembangan bahasa dan matematika; revolusi kedua ditemukannya alat cetak; revolusi ketiga berkembangnya media massa, dan revolusi keempat berkembangnya komputer digital.
Menurut perkembangannya, terdapat dua alasan manusia mengolah data dan informasi, yaitu pertama karena dorongan alami manusia untuk menyatakan jumlah kepemilikan dan harta kekayaan; kedua untuk survei administratif pada kepemerintahan. Akan tetapi dalam perkembangan dunia modern, kebutuhan akan data dan informasi semakin kompleks sehingga diperlukan adanya suatu sistem formal dalam pengolahan data dan informasi. Semakin kompleks kebutuhan suatu organisasi maka semakin rumit sistem pengolahan data yang harus dibuat oleh organisasi untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan.
Konsep data dan Informasi
Data adalah fakta dan angka yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan, dan biasanya berbentuk catatan historis yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan. Sedangkan informasi adalah sekumpulan data yang telah diambil kembali, diolah, dan digunakan untuk kesimpulan, argumentasi atau sebagai dasar peramalan dan pengambilan keputusan. Dengan kata lain, data adalah bahan mentah informasi.
Dalam konteks komunikasi, informasi adalah kejadian atau serangkaian kejadian yang mengandung pesan, yang ketika dipersepsi oleh penerima melalui proses pemaknaan, akan menambah pengetahuan bagi penerima tersebut. Dengan demikian kejadian atau data menjadi informasi adalah bergantung kepada pengguna, dan makna informasi bergantung kepada persepsi, latar belakang, dan penilaian pengguna.
Informasi berfungsi untuk meningkatkan pengetahuan dan mengurangi ketidakpastian pengguna.
Proses Pembuatan Informasi dari Data
Data merupakan elemen dasar untuk pembuatan informasi. Data dapat diubah menjadi sesuatu yang berarti melalui proses dalam suatu model keputusan.
Informasi merupakan produk pokok dari sistem informasi. Hal yang mendasari suatu proses keputusan adalah ketidaktentuan. Informasi mempunyai dua fungsi dasar, yaitu mengurangi keragaman dan memberikan umpan balik.
Informasi merupakan komoditas yang berguna dan bernilai, dan sebagai konsekuensinya diperlukan biaya untuk menghasilkannya. Agar lebih ekonomis maka biaya untuk menghasilkan informasi harus sesuai dengan nilainya.
Pengolahan data menjadi informasi dapat melalui empat metode, yaitu (1) manual, (2) elektromekanik, (3) perlengkapan punched card (kartu pencatat), dan (4) komputer elektronik (termasuk di dalamnya penggunaan CD-rom).
Untuk memahami kemampuan/kinerja metode pengolahan data perlu memperhatikan: penanaman modal awal; persiapan; konversi; kebutuhan; kecepatan pengolahan; kemampuan penghitungan; kontrol pengolahan; pendeteksian kesalahan otomatis; kemampuan pembuatan keputusan; degradasi sistem dan tingkat otomasi.
Pengadaan informasi memerlukan biaya. Pertimbangan biaya dalam sebuah pengolahan informasi dapat memperhatikan: harga perangkat kerasnya; harga perancangan dan penerapan analisis sistem; harga untuk faktor kendali lingkungan; harga suatu konversi; dan harga pengoperasian.
Selain harga, nilai informasi perlu juga mendapat perhatian analis sitem, yaitu menyangkut pada: aksesibilitas, kelengkapan, keakuratan, ketepatan, singkat waktu, kejelasan, kelenturan, kemampuan diuji, kebebasan dari bias; dan dapat dihitung.
Analisis Sistem dan Konsepsi Sistem
Ilmu sistem dalam perkembangannya dipengaruhi oleh Kibernetika, sebagai penggambaran umpan balik dalam mengatur gerakan mekanis, atau sebagai pengendali dan komunikasi.
Sistem secara sederhana dapat didefinisikan sebagai suatu kumpulan objek-objek yang terangkai dalam interaksi dan saling ketergantungan yang teratur.
Konsepsi sistem merupakan abstraksi komponen-komponen pembentuk sistem ke dalam suatu definisi. Konsepsi sistem memiliki beberapa aspek, yaitu (1) unsur-unsur sistem; (2) tujuan sistem; (3) tindakan untuk mencapai tujuan; (4) proses; (5) output; (6) ukuran keberhasilan.
Hubungan antarsistem atau subsistem dapat bersifat hubungan seri dan hubungan pararel. Sedangkan klasifikasi sistem dapat dilihat dari tingkat keterdugaannya dan kerumitannya.
Fungsi Manajemen di Dalam Organisasi
Sistem dapat secara efektif dideskripsikan dan dianalisis. Klasifikasi sistem secara garis besar di antara deterministik sederhana sampai probabilistik yang rumit.
Khususnya dalam organisasi bisnis, secara sederhana aktivitas manajemen adalah perencanaan (planning), pengendalian (controlling), dan pengambilan keputusan (decision making).
Perencanaan bukan hanya menentukan tujuan, tetapi juga deskripsi aktivitas, metode, dan perpaduannya agar tujuan tersebut dapat dicapai. Manajemen memerlukan informasi untuk membantu pemilihan rencana yang terbaik dalam mencapai tujuan tersebut.
Aktivitas pengendalian secara keseluruhan tidak efektif tanpa informasi. Untuk mempengaruhi kendali, manajemen harus memiliki subsistem yang berfungsi untuk mengukur output sistem dan membandingkannya dengan tujuan yang direncanakan. Kemudian, fungsi manajemen terutama dapat melakukan tindakan yang tepat untuk memperbaiki penyimpangan hasil rencana.
Pengambilan keputusan secara mendasar merupakan aktivitas pemecahan masalah. Terdapat empat elemen proses pengambilan keputusan, yaitu: model, kriteria, hambatan, dan optimasi. Beberapa keputusan merupakan aktivitas rutin, beberapa lainnya merupakan pemecahan masalah yang timbul. Proses pengambilan keputusan dapat diambil dalam tiga tingkatan: strategis, yang merupakan kebijakan dan perencanaan jangka panjang; taktis, yang merupakan implementasi dari perencanaan; dan teknis, yang merupakan kegiatan dari hari ke hari.
Analisis Sistem dan Konsepsi Sistem
Suatu sistem informasi didefinisikan sebagai kumpulan komponen-komponen yang menampilkan pelaksanaan pengolahan data yang sistematis dan formal untuk (1) keperluan transaksi pengolahan data resmi, (2) menyajikan informasi bagi pengambilan keputusan, dan (3) menyajikan laporan, bagi keperluan eksternal.
Sistem informasi sebagai suatu pendekatan transaksional data dan yang menangani operasi pengolahan data rutin. Sistem informasi berperan penting dalam menghasilkan nilai output yang diperlukan bagi pengambilan keputusan sehingga diharapkan menghasilkan sepuluh nilai informasi.
Dalam konteks organisasi, sistem informasi dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal. Kondisi internal berupa manajemen organisasi dan kondisi eksternal adalah pengguna.
Sistem Informasi didalam Organisasi
Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah merupakan suatu aplikasi yang dapat membantu pengolahan data dengan volume yang tinggi, meliputi empat tugas utama, yaitu: pengumpulan data, manipulasi data, penyimpanan data dan penyimpanan dokumen. Informasi digunakan oleh pemakai di dalam maupun luar organisasi.
Sistem yang khusus memenuhi kebutuhan informasi bagi intern organisasi adalah Sistem Informasi Manajemen (SIM). Informasi yang dihasilkan SIM tidak berkewajiban untuk menyediakan informasi bagi lingkungan.
Sistem informasi yang diterapkan pada sub-sistem organisasi yang melakukan aktivitas berdasarkan fungsionalnya disebut Sistem Informasi Fungsional. Terdapat empat sistem informasi fungsional ini, yaitu Sistem Informasi Pemasaran, Sistem Informasi Manufaktur, Sistem Informasi Keuangan, dan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Di atas sistem-sistem infomasi tersebut terdapat suatu sistem yang disebut Sistem Informasi Eksekutif.

UML

Unified Modeling Language
Apa itu UMLUnified Modelling Language (UML) adalah sebuah "bahasa" yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem piranti lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem.Dengan menggunakan UML kita dapat membuat model untuk semua jenis aplikasi piranti lunak, dimana aplikasi tersebut dapat berjalan pada piranti keras, sistem operasi dan jaringan apapun, serta ditulis dalam bahasa pemrograman apapun. Tetapi karena UML juga menggunakan class dan operation dalam konsep dasarnya, maka ia lebih cocok untuk penulisan piranti lunak dalam bahasabahasa berorientasi objek seperti C++, Java, C# atau VB.NET. Walaupun demikian, UML tetap dapat digunakan untuk modeling aplikasi prosedural dalam VB atau C.UML adalah bahasa untuk menspesifikasi, memvisualisasi, membangun dan mendokumentasikan artifacts (bagian dari informasi yang digunakan atau dihasilkan oleh proses pembuatan perangkat lunak, artifact tersebut dapat berupa model, deskripsi atau perangkat lunak) dari sistem perangkat lunak, seperti pada pemodelan bisnis dan sistem non perangkat lunak lainnya [HAN98]. Selain itu UML adalah bahasa pemodelan yang menggunakan konsep orientasi object. UML dibuat oleh Grady Booch , James Rumbaugh , dan Ivar Jacobson di bawah bendera Rational Software Corp [HAN98]. UML menyediakan notasi-notasi yang membantu memodelkan sistem dari berbagai perspektif. UML tidak hanya digunakan dalam pemodelan perangkat lunak, namun hampir dalam semua bidang yang membutuhkan pemodelan.
Sejarah Singkat UML
UML (Unified Modeling Language) adalah sebuah bahasa yang berdasarkan grafik/gambar untuk memvisualisasi, menspesifikasikan, membangun, dan pendokumentasian dari sebuah sistem pengembangan software berbasis OO (Object-Oriented). UML sendiri juga memberikan standar penulisan sebuah system blue print, yang meliputi konsep bisnis proses, penulisan kelas-kelas dalam bahasa program yang spesifik, skema database, dan komponen-komponen yang diperlukan dalam sistem software (http://www.omg.org).Pendekatan analisa & rancangan dengan menggunakan model OO mulai diperkenalkan sekitar pertengahan 1970 hingga akhir 1980 dikarenakan pada saat itu aplikasi software sudah meningkat dan mulai komplek. Jumlah yang menggunakaan metoda OO mulai diuji cobakandan diaplikasikan antara 1989 hingga 1994, seperti halnya oleh Grady Booch dari Rational Software Co., dikenal dengan OOSE (Object-Oriented Software Engineering), serta James Rumbaugh dari General Electric, dikenal dengan OMT (Object Modelling Technique).

Makalah ilmiah tentang Analisa Sistem Informasi

ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PELANGGAN BARU MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (UA)
(STUDI KASUS DI PT. PLN (PERSERO) GARUT)
1. Latar Belakang Masalah
Dari tahun ketahun pengetahuan dan teknologi semakin mengalami kemajuan yang sangat pesat. Seiring dengan berkembangnya teknologi tersebut, manusiapun terus berusahan untuk meningkatkan kreatifitas dan aktifitasnya. Dengan mengunakan alat yang begitu canggih yang disebut dengan teknologi komputer. Dengan kecanggihan teknologi pada abad ini pekerjaan yang ingin diselesaikan oleh manusia dengan mudah dan semua bisa diatasi dengan bantuan komputer.
Di zaman sekarang ini manusia dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat. Hal ini tidak akan tercapai bila tidak didukung dengan adanya informasi yang memadai dan akurat, sebab informasi memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu organisasi. Perkembangan informasi yang sangat pesat ini didukung oleh suatu teknologi pendukung sistem informasi, yaitu IT (Information Technology) atau diartikan sebagai teknologi informasi. Perkembangan teknologi ini mampu mendobrak batas ruang dan waktu, artinya informasi bisa didapat oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja, sehingga perubahan informasi dapat berlangsung dengan sangat pesat.
Perkembangan teknologi dibidang informasi ini telah memasuki berbagai bidang, sehingga banyak perusahaan baik milik pemerintah maupun milik swasta yang berusaha untuk dapat bersaing dengan perusahaan lain. Salah satunya adalah PT. PLN (Persero) Garut.
PT. PLN (Persero) Garut dimana salah satu fungsinya adalah memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat, namun dalam hal ini pelayanan yang diberikan masih memiliki kekurangan misalnya pelayanan pengolahan data pelanggan dimana data yang sudah diarsipkan sebelumnya hilang dan mengalami kerusakan pada saat data tersebut dibutuhkan, sehingga memperlambat waktu pelayanan.
Masyarakat sebagai salah satu komponen penting yang selalu menggunakan pelayanan dari PT. PLN (Persero) Garut dimana masyarakat selalu berharap mendapatkan sebuah pelayanan yang terbaik. Oleh karena itu dalam mendukung peningkatan efisiensi kerja, waktu dan sumber daya manusia maka perlu dibangun suatu sistem informasi pelanggan PT. PLN (Persero) Garut agar nantinya diperoleh kemudahan dan kelancaran dalam memberikan pelayanan secara maksimal.
Dari sisi retail kegiatan dilaksanakan oleh Area Pelayanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kecepatan layanan melalui peningkatan efektivitas dan efisiensi proses bisnis yang saling berkaitan. Model pelayanan yang dibangun adalah one stop service. Dari sisi wire kegiatan dilaksanakan oleh Area Jaringan dengan tujuan menjaga mutu dan keandalan pasokan tenaga listrik. Dengan didukung oleh aplikasi sistem informasi yang berbasis teknologi mutakhir, menjadikan sistem pelayanan pelanggan PT. PLN (Persero) Garut menjadi lebih mudah, sehingga pelanggan dapat menikmati kemudahan-kemudahan proses pelayanan pelangan tersebut.
Salah satu layanan yang berbasis komputer yang terdapat di PT. PLN (Persero) Garut adalah sistem informasi pengolahan data pendaftran pelanggan baru pada PT. PLN (Persero) Garut yang di lakukan secara langsung di PT. PLN (Persero) Garut.
Dalam menganalisis perangkat lunak atau sistem informasi diperlukan suatu pendekatan yang dapat digunakan dalam memecahkan masalah, diantaranya adalah pendekatan klasik atau konvensional, pendekatan prosedural, dan pendekatan berorientasi objek.
Diantara semua pendekatan, pendekatan yang terbaru dan popular saat ini yaitu pendekatan berorientasi objek. Pendekatan ini merupakan suatu teknik yang memusatkan rancangan pada objek dan antar muka yang dihasilkan. Objek adalah entity yang berisi data atau variabel dan tingkah laku. Data atau variabel yang menggambarkan sifat atau keadaan objek dalam dunia nyata (real world) didefiniskan sebagai attribute, sedangkan tingkah laku yang menggambarkan aksi-aksi yang dimiliki objek didefinisikan sebagai method.
Kenyataannya, perancangan berorientasi objek sama seperti pendekatan lainnya memerlukan suatu pemodelan untuk menggambarkan sistem yang sedang ditinjau secara keseluruhan. Sistem yang besar dan sangat komplek memerlukan suatu teknik pemodelan dan visualisasi yang baik. Terdapat beberapa faktor berhasilnya suatu perancangan dan pengembangan sistem, salah satu faktor yang sangat penting adalah pemakaian bahasa pemodelan yang tepat.
Metode analisis yang berorientasi objek diantaranya Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). Unified Approach (UA) adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan Unified Modelling Languge (UML) sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam Unified Approach (UA) merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Tahap Analisis dalam Unified Approach (UA) ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem.
Sehubungan dengan penjelasan di atas, penyusun tertarik untuk menggunakan Unified Modeling Language (UML) dalam menganalisis sistem yang berorientasi objek ke dalam penelitian kerja praktek yang dilakukan di PT. PLN (Persero) Garut. Dalam penelitian ini penyusun mengambil judul “ANALISIS SISTEM INFORMASI PENGOLAHAN DATA PENDAFTARAN PELANGGAN BARU MENGGUNAKAN METODE BERORIENTASI OBJEK DENGAN UNIFIED APPROACH (STUDI KASUS DI PT. PLN (PERSERO) GARUT)”.
2. Identifikasi Masalah
Permasalahan yang ditemukan dalam sistem ini adalah :
Apakah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut telah dapat mengakomodasi kebutuhan pengurus dalam bidang administrasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
Apakah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut telah dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam melakukan pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
3. Tujuan penelitian
Melalui kegiatan analisis, tujuan dari kerja praktek ini adalah untuk mengetahui sejauh mana sistem informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut dapat melayani para calon pelanggan baru dengan baik dalam melakukan transaksi.
4. Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dalam laporan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
Sistem Informasi yang diteliti adalah Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
Menganalisis proses-proses yang terlibat dalam Sistem Informasi pengolahan data pendaftaran pelanggan baru di PT. PLN (Persero) Garut.
Pemodelan yang digunakan adalah Unified Modelling Languge (UML).
Metode analisis yang digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek menggunakan dengan Unified Approach (UA).
5. Kerangka Pemikiran
Sebuah sistem informasi memiliki peranan yang sangat penting bagi kelangsungan sebuah organisasi. Oleh karena itu, hal pertama yang harus dilakukan untuk menciptakan sebuah sistem informasi yang handal adalah dengan menganalisis setiap aktivitas bisnis dari sistem sampai didapatkan gambaran dari perilaku sistem. Dengan analisis yang baik, maka akan menghasilkan sebuah gambaran sistem yang jelas sebagai source untuk tahapan selanjutnya, seperti untuk tahapan desain sampai tahapan implementasi pada aktivitas rekayasa perangkat lunak.
Penerapan konsep pengembangan sistem konvensional yang pada saat ini masih banyak dipakai, dirasakan masih memiliki beberapa kelemahan. Salah satu faktor yang menyebabkan konsep pengembangan sistem ini dipandang kurang cocok adalah ketika diterapkan pada sistem yang memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Sehingga perilaku dari sistem yang akan dikembangkan/dirancang tidak sepenuhnya dapat mewakili dari aktivitas bisnis yang sebenarnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka penulis mencoba menerapkan konsep pengembangan sistem berorientasi objek untuk diterapkan pada Sistem Informasi Pengolahan Data Pelanggan Baru yang ada di PT. PLN (Persero) Garut. Konsep pengembangan sistem berorientasi objek ini diharapkan dapat menggambarkan dan mewakili dari aktivitas bisnis sistem yang sebenarnya.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar kerangka pemikiran dibawah:
Gambar 1. Kerangka pemikiran
6. Metodologi Penelitian
Metodologi pengumpulan data merupakan salah satu unsur yang penting dalam proses analisis dan pengembangan sistem. Ada pun metode yang di gunakan pada penelitian kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
5.1 Metode Pengumpulan Data :
Teknik Wawancara
Melakukan tanya jawab secara langsung kepada staf pekerja ahli dalam bidang Teknologi Informasi (TI) di PT. PLN (Persero) Garut.
Studi Dokumentasi
Mempelajari beberapa dokumen, literatur, atau file-file yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan.
Observasi
Mengamati kinerja perusahaan, mempelajari bagaimana proses sistem informasi data yang sedang berjalan, sehingga peneliti bisa mengetahui sejauh mana kelancaran kinerja yang ada dan dapat mengetahui informasi-informasi apa saja yang dihasilkan dan informasi apa yang akan diidentifikasi.
Studi Kepustakaan
Mempelajari dan menganalisa beberapa referensi buku yang berkaitan dengan masalah yang ada dalam ruang lingkup penelitidadwan.
5.2 Metode Analisis
Metode analisis yang akan digunakan yaitu pendekatan berorientasi objek dengan Unified Approach (UA) dari Ali Bahrami (1999). UA adalah suatu metodologi pengembangan sistem berbasis objek yang menggabungkan proses dan metodologi yang telah ada sebelumnya dan menggunakan Unified Modelling Languge (UML) sebagai standar pemodelannya. Proses dan tahapan yang ada dalam UA merupakan proses-proses terbaik yang diambil dari metode objek yang telah diperkenalkan oleh Booch, Rumbaugh, dan Jacobson. Tahap Analisis dalam UA ditujukan untuk mengidentifikasi kelas-kelas yang terdapat dalam sistem.
Langkah-langkah yang harus dilakukan pada metodologi UA dari Ali Bahrami (1999) adalah sebagai berikut:



Gambar Tahap Analisis UA
Keterangan:
Identifikasi Aktor
Tahap menganalisis aktor yang akan berinteraksi dengan sistem
Pengembangan Diagram Use Case dan Diagram Aktifitas
Tahap yang menggambarkan alur kerja sistem dalam diagram aktifitas dan menggambarkan interaksi antara user dengan sistem dalam diagram use case
Pengembangan Diagram Interaksi
Diagram interaksi yang digunakan adalah sequence diagram, dalam diagram ini digambarkan interaksi antar objek dalam sistem melalui pesan yang dikirimkan dari objek yang satu ke objek yang lain.
Identifikasi Kelas-kelas, relasi, atribut dan method
Proses mengidentifikasi kelas, relasi, atribut dan method dalam sistem berdasarkan proses sebelumnya.
Pemeriksaan terhadap tahap sebelumnya.
Proses pemeriksaan terhadap hasil akhir tahap analisis. Bila terdapat kesalahan maka kembali ke tahap awal analisis bila hasilnya benar maka tahap analisis selesai.
DAFTAR PUSTAKA
Amsyah,Zulkifli, “Manajemen Sistem Informasi”, Gramedia Pustaka Utama: Jakarta,2000. Jogianto Hartono, ”Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Aplikasi Bisnis”, Ed.2.,Cet.1, Andi Yogyakarta, 1999.

Jumat, 12 Juni 2009

My CV

Nama : Desi Harmasita
Tempat/ Tanggal Lahir : Tangerang, 15 Desember 1988
Jenis Kelamin : Perempuan
Agama : Islam
Status Perkawinan : Belum Menikah
Tinggi / Berat Badan : 158 cm/ 45 kg

Pendidikan Formal
2008 – Sekarang D3 Jurusan Komputerisasi Akuntansi, Amik Raharja - Tangerang .
2004 – 2007 SMK Negeri 1, Tangerang Jurusan Akuntansi
1998 – 2001 SLTP Negeri 1, Curug
1992 – 1998 SD Negeri Komplek Api , Curug

Pengalaman Kerja
2007 – Sekarang Purchasing, di PT. Tassha Multindo Karsa, Curug - Tangerang

Kamis, 22 Januari 2009

My FaVouRite SonG

Sedikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
S'kali ini ku mohon padamu
Ada yang ingin ku sampaikan
Sempatkanlah...
Hampa kesal dan amarah
S'luruhnya ada dibenakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu...
Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa...
Sedetik menunggumu disini, s'perti seharian
Berkali kulihat jam ditangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang

Minggu, 04 Januari 2009

AtteNtion Please!!!!

Mohon untuk menyebarluaskan ke teman dan orang terdekat anda, supaya lebih berhati-hati bila berkunjung
Ke Taman safari Indonesia (TSI).

Di bawah ini adalah pengalaman kami yang tidak akan kami lupakan seumur hidup karena amat berbahaya dan menyeramkan ketika berada di TSI.

Hari Minggu lalu (bertepatan Hari Pertama bulan puasa), kami berkunjung ke TSI dengan menggunakan Mobil Keluarga, 4 orang dewasa Dan 2 anak kecil dengan tujuan refreshing, melihat binatang yang belum pernah kami lihat secara langsung dari dekat terutama yang besar dan liar atau berbahaya.

Belum lama kami berada di TSI, kira-kira 10 menit, mobil kami
memasuki area binatang yang bukan binatang buas (kijang, banteng dll), tiba-tiba mobil kami mogok dan meski sudah mencoba untuk merestart beberapa kali, tetapi mesin sama sekali tidak bisa di hidupkan kembali.

Kami pikir mungkin cipratan air telah menyebabkan Mobil kami mogok saat baru saja melewati genangan air seperti sungai kecil di TSI.

Meskipun ragu-ragu, karena tidak terlihat Ada petugas TSI di dekat situ, akhirnya paman saya turun untuk membuka kap mesin.

Kami tidak membunyikan klakson karena takut mengganggu binatang di TSI.
Kami pikir, area ini adalah area yang aman, bukan area binatang buas, jadi kami berusaha tenang menunggu di dalam mobil sambil ngobrol.

Namun tiba-tiba kami terkejut ketika melihat seekor singa yang entah dari mana datangnya sudah berada di
Belakang Mobil kami Dan berjalan ke arah depan Mobil dimana paman kami berada.

Lalu… Entah kenapa kami semua seperti terhipnotis melihat singa itu mendekati paman kami yang asyik
Mencari kerusakan Mobil Dan tidak tahu dengan kedatangan singa itu.

Kami benar-benar hanya terpaku melihat singa itu tanpa berusaha untuk memberitahu paman Ada bahaya yang
Datang.

Dan..?? Bertepatan paman menutup kap mesin…. Ketika itu pula singa sudah berada tepat dibelakang tubuh paman saya, sehingga tampak sangat jelas oleh kami dari dalam mobil bagaimana sangat dekatnya singa terhadap paman,

Dan..
Saat itu pula singa itu langsung mencolek bahu paman saya seraya berkata,
“‘kagak usah takut …
Gua lagi puasa …..
Kenapa mobilnya …
Mogok ya…..’ ???”

(ddeeeuuuu.. bacanya serius amat, mas, mbak, bung, cuyyyy! hahahahahahahhaa